Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

20 Oktober 2008

Mendiknas Ajak Masyarakat Nonton Film Laskar Pelangi

Magelang, Kamis (16 Oktober 2008) -- Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mengajak masyarakat luas untuk menonton film Laskar Pelangi. Menurut Mendiknas, film yang patut diteladani ini menunjukkan bagaimana guru dan siswa dapat menjadi satu tim, yang disebut sebagai laskar. Tim yang mengutamakan ruh pendidikan yaitu pendidikan akhlak mulia, budi pekerti luhur, dan kepribadian yang unggul.

"Film ini diangkat dari cerita nyata dan bukan fiktif belaka. Ternyata dengan berbekal pada pendidikan hati hasilnya sekolah laskar pelangi itu bisa menjadi juara dalam hal adu otak yaitu dalam cerdas tangkas dan juga di dalam kompetisi seni. Jadi melalui nonton film Laskar Pelangi saya ingn mengajak semua masyarakat mari kita kembali pada ruh pendidikan yaitu pendidikan hati," katanya usai acara Pencanangan Semangat Nasionalisme Melalui Sistem Pembelajaran di Sekolah Seluruh Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (16/10/2008).

Hadir pada acara Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas Suyanto, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Sungkowo, dan para bupati dan walikota se Provinsi Jawa Tengah.

Mendiknas menyebutkan, pendidikan nasionalisme sebagai bagian dari pendidikan untuk pembangunan yang berkelanjutan, program sekolah hijau yang berwawasan lingkungan, program Usaha Kesehatan Sekolah, program Kantin Kejujuran, dan ekstrakurikuler pendidikan Kepramukaan bisa diintegrasikan dalam satu paket dan diselenggarakan di semua sekolah untuk memastikan bahwa pendidikan itu ruhnya ada di pendidikan hati. "Pendidikan bagaimana supaya kita itu menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur. Pendidikan agama yang tidak menghasilkan akhlak mulia, budi pekerti luhur, dan kepribadian yang unggul itu adalah agama yang kosong," katanya.

Mendiknas meminta, selain mengajarkan pendidikan yang berbasis nasionalisme, hendaknya tidak meninggalkan khasanah budaya daerah. "Bahasa Jawa adalah bahasa yang unggul. Kekayaan budaya kita perlu kita lestarikan," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Bibit mengajak semua pihak untuk bersama - sama membangkitkan kembali semangat nasionalisme. Dia mencermati bahwa semangat nasiionalisme perlu dibangkitkan karena ada indikasi mulai melemah. "Saya berharap kepada Bapak Bupati dan Walikota untuk menyebarluaskan semangat ini. Dimulai dengan ditandai secara teknis di setiap SD, SMP, dan SMA menjelang proses balajar mulai pukul setengah tujuh dengan membunyikan lagu - lagu semangat kebangsaan kita. Ini adalah dalam tujuan saya melalui proses anak asuh, anak didik memilki rasa cinta tanah air, memiliki rasa cinta terhadap bendera Merah Putih, rasa cinta kita terhadap bangsa ini, dan terhadap ideologi Pancasila dan UUD 1945," katanya.***


Sumber: Pers Depdiknas

14 Agustus 2008

SUDAH MENGUDARA LAGI

Bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan RI, Radio Suara Kampung Pintar, akhirnya mengudara lagi. Setelah tiga bulan kru radio menggalang dana dari masyarakat, kru radio merakit satu unit pemancar 50 Watt. Sekarang, radio bisa mengudara meskipun masih ada masalah teknis di sana-sini.


Radio Suara Kampung Pintar berlokasi di Desa Sambak, Kajoran, Magelang. Sebagian besar pegiatnya masih dari kru lama sebelum radio berhenti siaran karena peralatannya rusak. Radio ini juga sempat didera masalah internal sehingga sulit bangkit kembali. Semua permasalahan tersebut tidak membuat kru radio patah arang. Mereka segera menghimpun ide dan kreativitas dari warga seraya memperbaiki peralatan. Komputer yang sekarang dipergunakan masih berstatus pinjaman dan siaran dilakukan tanpa mixer.

Mereka melakukan survei pendengar sekaligus sosialisasi keberadaan radio bagi warga. Hasil survei menunjukkan sebagian besar warga mendukung keberadaan radio karena dapat menyalurkan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Komunitas Kampung Pintar sendiri adalah lembaga yang dikelola sebagian warga sebagai wadah pembelajaran dan aktualisasi diri. Lembaga ini bertujuan untuk memberikan akses informasi pendidikan yang murah pada masyarakat, merangsang budaya baca-tulis di kalangan anak muda, dan mengembangkan potensi lokal. Karena sebagian besar kru radio adalah pegiat Komunitas Kampung Pintar maka dunia pendidikan diangkat sebagai materi wajib siaran.

Setelah radio mengudara kembali, Komunitas Kampung Pintar akan mendirikan perpustakaan dan internet. Mereka juga mengelola blog di http://www.skpfm.co.cc.
Semua dilakukan untuk mewujudkan cita-cita Desa Sambak sebagai kampung pintar.

21 Juni 2008

Namanya.."KOMUNITAS KAMPUNG PINTAR"...

Berawal dari ngobrol-ngobrol tentang keberadaan radio komunitas yang sudah pernah berdiri tetapi seakan-akan mati suri dan merasa prihatin dengan hal tersebut.Pada akhirnya menelurkan gagasan-gagasan dan ide-ide yang sama tentang pendirian wadah baru yang lebih Independen dan akrab dengan masyarakat.Disamping hal tersebut dilatar belakangi keprihatinan didalam dunia pendidikan yang semakin lama ternyata malah mejauh dari esensi pendidikan itu sendiri yang semakin mahal dan tidak terjangkau oleh orang yang kurang mampu.

Sekelompok anak muda yang didalamnya ada Amron,Rofiq,Antok,As’ad,Ari,dll kemudian perlahan namun pasti merintis sebuah Komunitas kampung pintar yakni sebuah wadah pembelajaran yang sekaligus sebagai sarana aktualisasi diri dan bertujuan untuk memberikan akses informasi yang murah pada masyarakat,merangsang budaya baca-tulis dikalangan anak muda,dan mengembangkan potensi lokal.

Didalam komunitas kampung pintar kedepan rencananya ada perpustakaan,internet,Radio Komunitas dan Sanggar belajar.Akan tetapi kami akan memprioritaskan radio komunitas terlebih dulu sebagai langkah awal pendirian kampung pintar tersebut.

Bermodal komitmen dan niat yang tulus,kami pun langsung bergerak sekaligus sosialisasi dan penggalangan dukungan,kami sudah mendatangi Kepala Desa beserta perangkat desa,BPD,Lembaga pendidikan dan tokoh masyarakat.Dan sesuai dengan yang kami harapkan mereka sangat mendukung,karena mereka juga menganggap sebenarnya diDesa Sambak banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan baik itu dari sumber daya Alam maupun sumber daya manusianya terutama anak-anak muda akan tetapi memang belum ada wadah yang tepat untuk hal tersebut.

Sedikit demi sedikit dana awal mulai terkumpul dari swadaya masyarakat yang dengan sukarela menyumbang seikhlasnya.Berapapun nilai nya akan sangat berarti bagi kami dan tentunnya kami butuh dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan hal tersebut.

Bagi semua pihak yang sempat berkunjung ke blog ini dan bermaksud mendukung baik secara moril maupun materiil bisa contact ke 085643213194(Rovic),085643863157(Amron).

26 Mei 2008

"Catatan Realitas…(Orang Miskin dinegeri Kaya)"


‘Lek aku ki ge rep nikahke anakku barang je…malah bensin saiki wis mundak meneh…yo gelem ra gelem kabeh rego-rego melu mundak to,mugakno calon bojone anakku ki adoh je,boyolali….njuk kepiye nek ngene iki,nek wong sugih mono ora patek ngrasakke,nek koyo aku ngene iki lak ming tambah sengsoro to……gaweane ming buruh macul…”(berdasarkan ungkapan dari sumber langsung)

Itulah salah satu ungkapan seorang buruh tani yang tinggal disebuah pedesaan di kabupaten magelang jawa tengah,dia memang kesehariannya sangat sederhana,bukan lantaran gaya hidupnya yang sederhana akan tetapi memang orang tersebut serba pas-pasan.
Mungkin ungkapan tersebut merupakan contoh yang paling nyata akibat kenaikan harga BBM yang baru saja diumumkan oleh pemerintah.Meskipun pemerintah berdalih dengan alasan apapun yang jelas dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat lebih-lebih masyarakat yang tergolong kurang mampu yang berada diperkotaan maupun dipedesaan.
Walaupun penolakan muncul dimana-mana menentang kebijakan menaikkan harga BBM oleh mahasiswa dan element masyarakat lain,seolah-olah hanya dianggap angin lalu oleh pemerintah dan tetap menaikkan harga BBM.Alih-alih ada kompensasi dari kenaikan harga BBM tersebut yakni melalui BLT (Bantuan Langsung Tunai),akan tetapi yang terjadi dilapangan malah membuat konflik sosial baru dimasyarakat.
Seharusnya dengan kenaikan harga minyak dunia Indonesia akan diuntungkan,karena jelas indonesia mempunyai sumber daya Alam dan mineral yang melimpah.tapi apa yang terjadi?sangat…sangat ironis..!!.
Sebenarnya masih banyak solusi yang ditawarkan oleh beberapa praktisi dan pengamat tentang pengelolaan sumber Daya Alam yang ada diindonesia,salah satunya menasionalisasikan aset-aset strategis negara dari tangan asing.

Sebuah potret ketimpangan sosial yang entah sampai kapan akan berakhir…

10 Mei 2008

KOMUNIKASI EFEKTIF

Ketika suatu waktu saya sedang surfing didunia maya,ada hal yang menurut saya menarik untuk diangkat kembali.saya menemukan blog yang mengupas tentang komunikasi dan saya coba merangkumnya sebagai berikut: Kegiatan komunikasi sudah menjadi sebagian besar kegiatan kita sehari-hari, mulai antar teman/pribadi, kelompok, organisasi atau massa. Kalau lebih teliti lagi banyak kegagalan dari komunikasi yang kita lakukan. Bisa jadi bentuknya karena tujuan yang kita inginkan belum tercapai. Bukan tujuan komunikasi secara egois loh. Tetapi tujuan komunikasi yang lebih pada, tidak adanya saling kesepahaman, belum bertambahnya informasi, serta ada usaha perubahan tingkah laku pada orang atau teman kita itu. Yang terkadang tidak hanya diartikan persetujuan.
Kegiatan komunikasi pada prinsipnya adalah aktivitas pertukaran ide atau gagasan. Secara sederhana, kegiatan komunikasi dipahami sebagai kegiatan penyampaian dan penerimaan pesan atau ide dari satu pihak ke pihak lain, dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan atas ide yang dipertukarkan tersebut. Elemen-elemen yang terdapat dalam komunikasi adalah:
- Komunikator : orang yang menyampaikan pesan
- Pesan : ide atau informasi yang disampaikan
- Media : sarana komunikasi
- Komunikan : audience, pihak yang menerima pesan
- Umpan Balik : respon dari komunikan terhadap pesan yang diterimanya.
Dalam kehidupan nyata mungkin ada yang menyampaikan pesan/ ide; ada yang menerima atau mendengarkan pesan; ada pesan itu sendiri; ada media dan tentu ada respon berupa tanggapan terhadap pesan. Secara ideal, tujuan komunikasi bisa menghasilkan kesepakatan-kesepakatan bersama terhadap ide atau pesan yang disampaikan.
Fungsi Komunikasi(Menurut William I. Gorden, Communication : Personal and Public,1978 )
- Membangun Konsep Diri (Establishing Self-Concept)
- Eksistensi Diri (Self Existence)
- Kelangsungan Hidup (Live Continuity)
- Memperoleh Kebahagiaan (Obtaining Happiness)
- Terhindar dari Tekanan dan Ketegangan (Free from Pressure and Stress).
Ketika berkomunikasi, kita pasti memiliki persepsi tertentu pada pendengar begitu pula sebaliknya. Kekeliruan yang sering terjadi dalam berkomunikasi adalah ketika seseorang menyampaikan informasi dengan ukurannya sendiri. Ini harus dihindarkan karena komunikasi senantiasa melibatkan orang lain. Ahli komunikasi berpesan jika akan berhasil, maka rumusan kunci yang harus dipegang adalah “Know your audience!” - ketahuilah siapa yang Anda ajak bicara. ”Seorang komunikator yang dialogis harus mencoba mengenali dan memperkecil kecenderungannya terhadap manipulasi, keegoisan, dan obyektivasi orang lain”.Johannessen, R.L., Ethics in Human Communications, 1983 Sebetulnya, kesulitan berkomunikasi yang paling besar berada dalam diri kita sendiri. Kurang yakin, kurang percaya diri, memandang orang lain kurang, lebih mendominasi, apalagi tinggi hati adalah sesuatu yang harus di swicth dan melatih kebalikannya. “Anda akan mampu menyusun pikiran anda dengan lebih mudah dan lebih efektif jika Anda mengingat-ngingat struktur pembicaraan : Apa yang akan dibicarakan, isi pembicaraan dan Apa yang telah anda bicarakan”.Larry King, Seni Berbicara, 2003 Partisipasi merupakan modal dasar untuk menyelenggarakan komunikasi yang efektif. Karenanya dibutuhkan kemampuan komunikasi efektif. Kemampuan ini meliputi kemampuan untuk berbagi ide, mengkritik dari semua aspek, mendorong dan merangsang imajinasi, menolak buah pikiran yang kurang tepat, dan mengenal sejak dini solusi yang mungkin bisa diambil.
Ternyata berkomunikasi tidak semudah yang kita bayangkan, upaya terus-menerus harus dilakukan untuk peningkatan pengetahuan dan ketrampilan. Itupun tidak cukup, ketrampilan tersebut perlu di asah terus dan senantiasa mengetahui perkembangan dan wacana mereka. Selamat berkomunikasi, semoga lebih komunikatif.

Semoga bermanfaat….!