Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

16 November 2013

Melongok Desa Siber di Magelang

MAGELANG, KOMPAS.com - Keberadaan teknologi internet yang mudah memang banyak memberi manfaat bagi masyarakat. Apalagi jika internet yang bisa diakses oleh masyarakat hingga sampai ke pedesaan. Seperti internet yang dikelola oleh Radio Komunitas Suara Kampung Pintar (SKPFM) Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.

Sejak setahun belakangan, akses internet yang diberi nama RT/RW Net itu telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Kendati hanya berawal dari modal semangat para pengelolanya, namun sekarang sudah berjalan cukup baik.

Warga bisa menikmati akses internet dengan mudah dan murah tanpa perlu jauh-jauh pergi ke warung internet (warnet) yang berjarak sekira 3,5 kilometer bahkan lebih dari Desa Sambak.

“Kami menggunakan konsep Wi-Fi (Wireless Fidelity) atau jaringan nirkabel, warga bisa menikmati akses internet dari rumah masing-masing,” jelas Muhammad Ainur Rofiq, salah satu pengurus di Radio SKP FM, Kamis (26/9/2013).

09 Agustus 2012

Dari Minal Aidin Wal Faizin Sampai ke Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Apa yang kita fahami dari kata “minal aidin wal faizin”? Pastilah kita fahami bahwa ungkapan itu adalah mohon maf lahir dan batin. Saya kita pemahaman ini sangat umum terjadi bagi banyak orang Indonesia, mulai dari para pembesar dan cerdik pandai di tingkat nasional sampai dengan tokoh masyarakat dan orang-orang terpelajar di tingkat RT/RW. Oleh karena itu, ungkapan yang banyak diucapkan dalam bulan Ramadan adalah ”Selamat Idul Fitri”, kemudian dilanjutkan dengan ”minal aidin wal faizin” dan kemudian seakan-akan dibahasaindonesiakan menjadi ”mohon maaf lahir batin”.

19 April 2012

Mengapa Harus Kartini?

Mengapa harus Kartini? Mengapa setiap 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?

Pada dekade 1980-an, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsya W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik pengkultusan R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia. Tahun 1988, masalah ini kembali menghangat, menjelang peringatan hari Kartini 21 April 1988. Ketika itu akan diterbitkan buku Surat-Surat Kartini oleh F.G.P. Jacquet melalui penerbitan Koninklijk Institut voor Tall-Landen Volkenkunde (KITLV).

01 Maret 2012

Aku Bukanlah Dhana Widyatmika

Aku memang bukan Gayus tambunan, seorang PNS Dirjen pajak yang memiliki uang milyaran dan bisa jalan-jalan keluar negeri meski dengan status tahanan. Aku juga bukan Dhana widyatmika, PNS Dirjen Pajak lainnya yang memiliki banyak mobil mewah “limited edition” dan uang milyaran rupiah, padahal gajinya hanya sekitar 5 jutaan/bulan. Dan aku juga bukan Ruhut sitompul, pengacara yang sekarang menjadi anggota dewan dari partai pemenang pemilu yang memiliki jam tangan Rollex seharga 450 juta rupiah. Aku juga tidak memiliki Blackberry sejak tahun 2010, bahkan sampai sekarang “ Yang Mulia”. Aku juga bukan Sutan Batoeghana yang memakai sepatu merk ternama seharga 3 jutaan dan katanya itu murah. Juga bukan wakil ketua DPR dari partai “Islam” yang memakai jam tangan tak kalah mewahnya seharga 70 an juta rupiah.

28 Februari 2012

Ini Alasan Kenapa Harus Minum Kopi

Dibalik semua efek negatif yang ditimbulkan dari pengonsumsian kopi secara berlebihan, seperti insomnia, ternyata kopi memiliki sifat unik, yaitu mengandung antioksidan yang lebih kuat dibandingkan makanan lain.
Dalam sebuah penelitian, manfaat kopi yang diminum dengan sedikit gula bisa memberikan efek positif yang lebih banyak daripada efek negatifnya. Berikut ini beberapa manfaat unik yang bakal Anda dapatkan dari mengonsumsi kopi.

03 November 2011

Belajar Kenali Lingkungan, Siswa di Ajari Berkebun

Sore itu pemandangan sedikit berbeda di lingkungan SMP Muhammadiyah Sambak. Biasanya siswa melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler sore antara lain pramuka, siaran radio, seni musik dan lain-lain. Namun, sore itu tak seperti biasanya. Siswa berangkat dari rumah dengan membawa peralatan layaknya orang berkebun seperti, cangkul, ember, sekop dan lain-lain. Bukan untuk mencangkul halaman sekolah, bukan pula kerja bhakti membersihkan rumput. Peralatan yang dibawa siswa adalah untuk kegiatan life skill berkebun menanam bibit terong, tomat dan cabai di polibag.

Dimulai dari menyiapkan media tanam, yakni tanah yang dicampur dengan pupuk kandang dan sedikit merang dari sisa penggilingan padi. Kemudian tanah yang sudah tercampur tersebut di masukkan ke dalam polibag berukuran sedang. Setelah itu, di biarkan 1-2 hari baru kemudian ditanami bibit yang di inginkan. Terlihat antusisme dari anak-anak dalam kegiatan ini, kendati tidak sedikit pula yang merasa jijik karena harus berkotor-kotor dengan pupuk kandang dan tanah.

02 November 2011

Mahasiswi Ubaya Racik Kopi Jadi Minuman Pro-Biotik

Mahasiswi Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya), Cecilia Hariyanto, menemukan racikan kopi arabika dengan jamur 'kombucha coffe' menjadi minuman kesehatan yakni kopi pro-biotik yang bermanfaat untuk kesehatan.

"Racikan itu bermanfaat, karena ada kandungan asam asetat, asamalat, asam oksidan, dan asam amino yang penting untuk kesehatan tubuh. Racikan 'kombucha coffe' itu belum ada, tapi kalau 'kombucha tea' sudah ada," katanya di Surabaya, Kamis (27/10).

Didampingi Wakil Dekan Fakultas Teknobiologi Ubaya, Tjie Kok MS Apt, yang juga penguji, mahasiswi program studi biologi yang meraih nilai A untuk karya tugas akhir (TA) itu, menjelaskan asam asetat bermanfaat untuk menghambat bakteri di dalam tubuh.

"Untuk asamalat bermanfaat sebagai detoksifikasi atau antiracun, asam oksidan bermanfaat untuk mendukung sel dalam memproduksi energi, dan asam amino berfungsi sebagai antibodi yang memperbaiki jaringan tubuh. Kandungan asam oksidan kopi juga lebih besar yakni 28 persen, sedangkan teh hanya 23 persen," paparnya.

Hasil Riset: Gerakan Shalat yang Benar, Ternyata Menyehatkan

Ibadah shalat, pada hakekatnya terdiri dari tiga unsur. Yakni, gerakan shalat, bacaan doa, dan kekhusyukan hati menjalankan ibadah shalat yang ditandai pemahaman arti doa atau ayat suci yang diucapkan. Ketiga unsur tersebut, menjadi satu rangkaian yang tak bisa dipisahkan dalam menjalankan ibadah shalat.

Namun dari ketiga unsur yang terdapat dalam shalat tersebut, unsur gerakan ternyata tak hanya memiliki makna sebagai gerakan ibadah. Staf pengajar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr Sagiran Mkes SpB, telah melakukan serangkaian penelitian mengenai masalah gerakan shalat. Hasilnya, ternyata setiap tahapan yang berlangsung dalam ibadah shalat, memberi manfaat kesehatan bagi orang yang melaksanakannya.

''Tapi tentunya bila setiap tahapan gerakan ibadah shalat yang dilaksanakan, sesuai dengan tuntunannya. Kalau tidak sesuai, saya tidak tahu apakah ada manfaatnya atau tidak, karena saya tidak meneliti gerakan shalat yang tidak sesuai dengan tuntunan,'' kata penulis buku ' Mukjizat Gerakan Shalat', saat tampil sebagai pembicara seminar di Masjid Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Purwokerto, Ahad (7/8).

Sepenggal Kisah, Mengenang Satu Tahun Erupsi Merapi

Selasa, (26/10/2010), Merapi mulai menunjukkan peningkatan aktifitas erupsinya. Abu vulkanik mulai turun menyelimuti daerah disekitar lereng gunung Merapi. Beberapa relawan mulai merapat di Posko Jalin Merapi dukun, Magelang. Relawan yang terdiri dari Mahasiswa, pegiat Radio Komunitas, warga, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berbaur menjadi satu. Para relawan berbagi peran, ada yang turun langsung ke pos-pos pengungsian mendata kebutuhan dan jumlah pengungsi, ada pula yang stanby di posko mencatat informasi dari lapangan.

Setelah itu, segala informasi yang terkumpul langsung di share melalui berbagai media antara lain twitter, facebook, website, Handy Talky (HT) dan lain-lain. Bantuan pun mulai berdatangan dari berbagai pihak, mulai dari selimut, pakaian, peralatan mandi, sampai makanan ringan. Setelah di data dan di cek dengan kebutuhan dilapangan, seketika itu juga langsung di distribusikan ke pos-pos pengungsian yang membutuhkan.

Orang yang Bahagia Punya Peluang Hidup Lebih Lama

Berbahagialah dalam hidup yang singkat ini. Begitu sering ungkapan itu terdengar. Nyatanya memang orang yang merasa berbahagia meski kondisinya biasa saja punya peluang hidup yang lebih lama.

Studi di Inggris mengungkapkan orangtua yang mengatakan hidupnya bahagia bahkan hanya untuk sementara waktu, memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk meninggal selama periode 5 tahun.

Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua yang merasa bahagia memiliki risiko 35 persen lebih rendah mengalami kematian selama studi daripada mereka yang paling bahagia.

Studi tersebut telah diikuti lebih dari 3.850 orang di Inggris yang berusia 52-79 tahun dan dilakukan selama 5 tahun. Studi tersebut termasuk studi terpanjang di Inggris yang meneliti mengenai penuaan.

"Kebahagiaan sesaat mungkin berhubungan dengan proses biologis atau faktor-faktor perilaku lain yang dapat menjelaskan kemungkinan kelangsungan hidup meningkat. Bagaimanapun hasil studi tersebut menekankan pentingnya kesejahteraan emosional bagi orangtua," kata peneliti studi Andrew Steptoe, direktur Division of Population Health at University College London seperti dilansir dari MSNHealth, Selasa (1/11/2011).

Para peneliti berpikir mengenai kebahagiaan yang memiliki hubungan dengan kesehatan. Namun tantangannya adalah mencari tahu mekanisme tertentu yang bekerja. Apakah penyakit akan membuat seseorang merasa kurang bahagia. Atau apakah kebahagiaan melindungi orang terhadap suatu penyakit.

"Penelitian tersebut mengamati tentang kedua kemungkinan tersebut," kata Steptoe.

Para peneliti mengakui beberapa keterbatasan studi mereka. Bahwa studi tersebut tidak memandang kematian secara keseluruhan dan tidak mengamati penyebab kematian spesifik seperti kanker. Para peneliti juga tidak menilai faktor-faktor risiko individu seperti obesitas.

"Meskipun studi tersebut tidak membuktikan kebahagiaan yang mengarah pada umur yang lebih panjang, namun dapat diketahui bahwa dengan meningkatkan emosi positif dalam kehidupan sehari-hari, mungkin dapat mempunyai efek positif terhadap umur yang lebih panjang," kata Sonja Lyubomirsky, seorang profesor psikologi dari University of California, Riverside. Hasil studi tersebut telah dilaporkan dalam Prosiding National Academy of Sciences. (Sumber:http://www.detikhealth.com)

09 Agustus 2011

Hasil Riset: Gerakan Shalat yang Benar, Ternyata Menyehatkan

Ibadah shalat, pada hakekatnya terdiri dari tiga unsur. Yakni, gerakan shalat, bacaan doa, dan kekhusyukan hati menjalankan ibadah shalat yang ditandai pemahaman arti doa atau ayat suci yang diucapkan. Ketiga unsur tersebut, menjadi satu rangkaian yang tak bisa dipisahkan dalam menjalankan ibadah shalat.


Namun dari ketiga unsur yang terdapat dalam shalat tersebut, unsur gerakan ternyata tak hanya memiliki makna sebagai gerakan ibadah. Staf pengajar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr Sagiran Mkes SpB, telah melakukan serangkaian penelitian mengenai masalah gerakan shalat. Hasilnya, ternyata setiap tahapan yang berlangsung dalam ibadah shalat, memberi manfaat kesehatan bagi orang yang melaksanakannya.

16 Januari 2011

"Kuliner Recomended" bagi pecinta Mie Ayam



Mie Ayam Kamandanu
Jl.Baturaden No.11 Purwokerto

Sekilas tampak seperti Mie Ayam Biasa, tapi rupanya ada yang berbeda. Karena penasaran, saya pun mencobanya beberapa minggu yang lalu. Pertama, ketika datang ke warung, nampak seperti bukan warung biasa tapi lebih seperti Restoran. Kedua, setelah mencoba Mie nya enak, daging ayam lebih banyak plus sambel kacang yang menggoyang lidah. Ketiga harga nya juga sangat terjangkau (Rp.6500)/porsi.

Bagi anda yang suka kuliner jenis ini nampaknya perlu mencoba.

07 Januari 2011

Otak Manusia Moderen Kian Menyusut, Kita Makin Bodoh?

Volume otak boleh besar tapi soal kinerja belum tentu efisien. Begitulah kira-kira kesimpulan sementara terkait perbandingan kecerdasan antara manusia purba dengan modern.

Sebelumnya kalangan ilmuwan terjebak silang pendapat mengenai efek penurunan volume otak yang dialami manusia modern ketika berevolusi dari manusia purba. Silang pendapat itu berawal ketika ditemukan fakta yang menyebutkan selama 20.000 tahun terakhir, rata-rata otak laki-laki manusia mengalami penurunan volume dari semula 1.500 sentimeter kubik menjadi 1.350 sentimeter kubik. Penurunan itu setara dengan satu bola tenis.

Kathleen McAuliffe dalam tulisannya di majalah Discover mengatakan kondisi serupa juga dialami kaum hawa dengan proporsi penurunan yang sama. Tulisan McAuliffe merujuk pada pendapat seorang Antropolog asal University of Wiconsin, John Hawks yang menyatakan penurunan volume otak tidak dibarengi dengan penurunan kecerdasan.

Pendapat itu juga senada dengan Palaentolog lain yang meyimpulkan kapasitas otak yang menurun menyebabkan kinerjanya kian efisien. Meski demikian, ada pula Palaentolog yang mengatakan manusia terus menjadi lebih bodoh karena telah mengalami masa evolusi yang panjang.

Silang pendapat ini diwarnai sejumlah teori yang berupaya menjelaskan penyusutan volume otak. Salah satu teori menyebutkan volume otak yang besar diperlukan manusia purba untuk bertahan hidup dalam lingkungan yang dingin dan banyak melakukan aktivitas di luar ruang. Teori lain bahkan menyebutkan tengkorak kepala yang besar memang didesain untuk menghadapi sumber makanan berupa kelinci, rusa, rubah dan kuda.

"Kepala tengkorak yang besar memudahkan manusia purba untuk makan," komentar ilmuwan pendukung teori ini seperti dikutip Dailymail, Senin (3/1). Sementara ahli lainnya mengatakan tingginya angka kematian ketika melahirkan disebabkan ukuran tengkorak yang terlalu besar. Oleh karena itu, angka kematian bayi segera menyusut seiring dengan penurunan proporsional dalam ukuran otak manusia modern.

Sebuah studi terbaru yang digagas ilmuwan kognitif dari University of Missouri, David Geary dan Drew Bailey, menelisik bagaimana ukuran tengkorak berubah sebagai konsekuensi adaptasi cikal bakal manusia modern dengan lingkungan sosialnya yang semakin kompleks antara 1.9million dan 10.000 lalu.

Sstudi tersebut menyebabkan, kepadatan populasi yang rendah mengakibatkan peningkatan ukuran tengkorak. Namun, ketika populasi yang semula jarang berubah menjadi padat, ukuran tengkorak pun menurun.

Keduanya sepakat sebagai manusia modern, otak tumbuh lebih kecil karena orang tidak harus menjadi cerdas untuk tetap hidup. Namun, Geary memperingatkan terhadap stereotip nenek moyang sebagai manusia yang lebih cerdas daripada manusia modern. "Secara praktis, nenek moyang kita tidak secerdas atau sekreatif masyarakat modern karena mereka tidak memiliki dukungan budaya," paparnya.

Geary menjelaskan perbaikan pola kehidupan dan munculnya spesifikasi ekonomi telah memungkinkan manusia-manusia cerdas untuk memfokuskan upaya mereka pada ilmu-ilmu, seni dan bidang lainnya. "Nenek moyang tidak memiliki infrastruktur yang kuat untuk mendukung mereka. Karena itu, mereka hanya berupaya keras dalam menjalani siklus kehidupannya," ujar Geary.

Di sisi lain, Hawks percaya penurunan ukuran otak manusia modern menunjukan peningkatan kecerdasan. Otak, paparnya, menggunakan 20 persen dari semua bahan bakar yang dikonsumsi. Oleh karena itu, otak yang lebih besar akan membutuhkan lebih banyak energi dan memakan waktu lebih lama untuk berkembang. Hawks mencatat bahwa ledakan populasi manusia antara 20.000 dan 10.000 tahun lalu menyebabkan mutasi--tak biasa namun menguntungkan--terjadi. Dia percaya hal itulah yang menyebabkan otak menjadi lebih ramping.

Secara terpisah, antropolog Richard Jantz dari University of Tennessee justru menemukan ukuran otak manusia modern semakin membesar. Fakta itu terungkap setelah dia mengukur dan membandingkan kranium warga Amerika keturunan Afrika dan Eropa dari zaman kolonial akhir abad ke-20. "Nyatanya otak kita berkembang lagi," tegasnya.
Sumber:www.republika.co.id

14 September 2010

Do’a Seorang Hamba Yang Daif

Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan dia akan menjadi teman menapaki hidup Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan..Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku..Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit…Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang….Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....

Ya Allah ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu…Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui..Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini
Amin... Ya Rabbal 'Alamin

21 Agustus 2010

Perempuan Itu Bernama Enong

Seperti novel-novel sebelumnya, karya Andrea Hirata berisi tentang kisah-kisah yang inspiratif, sederahan dan menggelitik. Kisah perjuaangan hidup dan kegigihan seorang insan manusia yang dituangkan secara ringan tetapi mengandung makna yang begitu menyentuh. Dengan gaya penyampaian yang khas seolah menjadi ciri tersendiri bagi novelis kelahiran Belitung ini. Bagaimana cara menertawakan kepedihan, memarodikan tragedi tampaknya menjadi keahliannya. Andrea Hirata merupakan salah satu Novelis yang sukses.

Berbeda dengan karya sebelumnya Tetralogi Laskar Pelangi yang terpisah, Dwilogi Padang Bulan menyatu dalam sebuah buku dengan desain yang unik. Sekuel pertama di salah satu sisinya, kemudian sekuel kedua terbalik di sisi lainnya.

Novel Dwilogi Padang Bulan ini, menceritakan bagaimana kisah seorang perempuan kecil berusia 14 tahun bernama Enong. Enong adalah panggilan sayang yang di berikan untuk anak perempuan yang bernama asli Maryamah. Anak sulung yang terpaksa berhenti sekolah dan mengambil alih seluruh tanggung jawab keluarga, setelah ditinggal mati Ayahnya. Ia terpaksa meninggalkan Kegemarannya terhadap pelajaran bahasa Inggris dan mulai bekerja. Mendulang Timah, seperti kebanyakan laki-laki dewasa di Belitung. Enong lah yang kemudian menjadi perempuan pertama yang bekerja mendulang timah. Sacrifice, Honesty, Freedom, kata-kata bahasa inggris yang di dapatkannya waktu kelas 6 SD, seolah menjadi inspirasi dan sumber kekuatannya.

Jika kisah Enong syarat dengan pergolakan nasib dan keberanian dalam menjalani hidup. Disisi lain ada kisah lelaki yang berantakan karena tragedi cinta pertamanya, menjadi salah satu kelucuan tersendiri dalam alur ini. Tokoh-tokoh lain seperti Detektif M.Nur dan Grand Master Ninochka Stronovsky menambah alur menjadi sangat menggelitik.

Kemudian sekuel yang kedua Cinta di Dalam Gelas masih menceritakan Enong gadis kecil yang kini sudah dewasa. Dalam kisah ini di ceritakan bagaimana kebiasaan-kebiasaan unik orang melayu. Seperti bermain catur dan duduk-duduk di warung kopi selama berjam-jam. Namun lebih dari itu, ternyata disana tergali makna sosial kultural masyarakat melayu kampung yang sangat kental. Yang menarik adalah bagaimana perempuan bernama Maryamah menegakkan martabatnya diantara kultur dominasi laki-laki. Hanya karena perempuan, bermain catur pun menjadi perdebatan yang sengit antara tokoh masyarakat di kampung itu. Kisah perjuangan hidupnya yang tak pernah pantang menyerah menjadi Inti dari alur ini. Penderitaannya sejak kecil, nampaknya telah membentuk Maryamah menjadi pribadi yang kuat dan berhasil mengangkat martabatnya setinggi mungkin. Detektif M.Nur dan Grand Master Ninochka Stronovsky juga masih terlibat dalam sekuel kedua ini.

Secara umum, novel ini tergolong menarik dari tampilan cover maupaun isinya. Isu-isu seperti pendidikan dan realitas sosial masyarakat kelas bawah berlatar belakang kultur melayu, tampaknya menjadi sesuatu yang penting untuk terus di gali. Tidak berlebihan rasanya jika novel ini masuk dalam daftar buku yang layak di miliki sebagai koleksi pribadi dan dijadikan salah satu bacaan penting. Novel inspiratif seperti ini memang patut untuk di apresiasi. Salah satu kelebihan dari Novel Andrea Hirata ialah berhasil menuangkan sebuah Intrik sosial kedalam alur yang mengalir secara apik tanpa menghilangkan Inti dari pokok permasalahan. Sehingga novel ini terasa ringan tapi penuh makna tersirat di dalamnya. Karena cara penuturan dan pemilihan kosakata yang menarik itulah, novel ini bisa di baca oleh semua kalangan, baik anak-anak, remaja dan orang tua. Bahkan termasuk orang yang awam sekalipun.

Resensator: Mas fiq Muhammad


03 Juni 2010

Warga Menangkap Sanca Di Kandang Ayam

MAGELANG - Kamis (13/05/10) pagi sekitar pukul 06.00 wib, warga RT 12 RW 05 Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang digemparkan oleh penangkapan ular sanca. Ular yang mempunyai panjang sekitar 3 meter itu ditangkap pukul 01.00 dini hari. Ular tersebut ditangkap oleh Musofir (40), salah seorang warga.
Musofir mengatakan: “Ular ini saya tangkap sekitar jam 1 malam, sedang memangsa ayam di kandang pak slamet”. Ujarnya.
Kejadian tersebut dibenarkan oleh warga lainnya. Warga juga mengatakan, beberapa hari terakhir ini sering kehilangan ayamnya.
“Rencananya, ular ini akan saya pelihara sebagai “ingon-ingon”dan di jadikan pajangan dirumah”. Imbuh Musofir sambil berkelakar.
Warga juga menuturkan kemungkinan ularnya tidak hanya satu, karena biasanya berpasangan. (rfq)

20 Maret 2009

Caleg Bagi-bagi Duit = Calon Koruptor

Menarik sekali, ketika saya melihat salah satu spanduk yang terpampang di beberapa sudut kabupaten magelang. Bukan kampanye Calon Legislatif (Caleg), bukan juga kampanye Partai Politik (Parpol). Namun spanduk tersebut bertuliskan “Caleg Bagi-bagi Duit = Calon Koruptor”. Spanduk yang di pasang oleh masyarakat/komunitas tersebut seolah-olah menegaskan kembali bahwa ketika musim Pemilihan Umum (Pemilu) seperti saat ini, banyak sekali uang yang di kucurkan dari masing-masing Caleg. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa untuk maju menjadi seorang caleg membutuhkan dana yang tidak sedikit entah itu digunakan untuk membuat atribut, mengurus administrasi ketika mendaftar, hingga yang dibagi-bagikan langsung kepada masyarakat.


Sangat masuk akal, jika masyarakat menganggap bahwa caleg yang membagi-bagikan uang nantinya akan berpotensi korupsi. Karena ketika sudah jadi, mereka bisa menggunakan kekuasaannya untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dan bisa mendapatkan uang yang sebanding bahkan lebih dari apa yang sudah di keluarkan pada saat kampanye. Disisi lain, menurut beberapa pengamat mengatakan bahwa mereka yang menjadi caleg terkesan hanya mencari pekerjaan bukan karena betul-betul akan memperjuangkan aspirasi rakyat.


Jika orientasi dari seorang calon wakil rakyat saja hanya memprioritaskan keuntungan pribadi, terus bagaimana dengan aspirasi rakyat yang seharusnya diperjuangkan?.


Jangan heran, dengan kondisi seperti sekarang ini lapangan pekerjaan susah sekali di dapatkan dan jumlah pengangguran yang dari tahun ke tahun tidak ada penurunan yang berarti, rupanya telah menarik sebagian kalangan mencoba peruntungannya untuk duduk di legislatif. Kendatipun ada caleg yang betul –betul memperjuangkan aspirasi Rakyat, mungkin hanya bisa dihitung dengan jari.


Kalau memang benar demikian yang terjadi, perubahan yang dinanti-nanti tidak akan pernah mendekati kenyataan. Sekarang ini, rakyat ternyata sudah semakin cerdas dan kritis. Terlebih lagi, beberapa anggota Dewan yang dulu juga dipilih langsung oleh Rakyat ternyata tidak lagi bisa diharapkan. Ada yang korupsi sampai perbuatan tidak senonoh lainnya yang sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang wakil Rakyat. Sungguh ironis memang, tapi memang begitulah yang terjadi. Saat ini para caleg seolah berlomba meraih simpati dari masyarakat dengan berbagai cara dan upaya yang dilakukan. Semua dilakukakan agar pada pemilihan suara nanti bisa mendapatkan suara sebanyak-banyaknya.


Memang, seharusnya kita harus menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah, akan tetapi jika kita lihat kenyataan yang terjadi dan dengan bukti-bukti yang riil pastilah semua orang akan mengaggap bahwa para Anggota Dewan cenderung seperti itu, meskipun mungkin tidak semua melakukan kesalahan. Sudah saatnya para calon wakil rakyat betul-betul harus memperjuangkan aspirasi dari Rakyat. Dan harus bekerja keras menunjukkan keseriusannya dalam memperjuangkan aspirasi Rakyat. Bukan malah hanya mengejar kekuasaan dan memanfaatkan kekuasaan demi menuruti kepentingan pribadi.(rofiq_skpfm)

19 Februari 2009

Internet Murah di Desa Sambak

MAGELANG. Internet memang sudah menjadi kebutuhan dan bukan lagi hanya sekedar gaya hidup pada saat sekarang. Untuk itu pemanfaatan internet saat ini adalah hal yang sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar kalangan. Perkembangannya pun sangat signifikan dilihat dari banyaknya pengguna fasilitas internet ini. Keberadaan internet yang ada di Desa Sambak tampaknya sangat disambut baik oleh beberapa kalangan yang selama ini sering maupun baru belajar internet.


Berkat bantuan fasilitasi dari Combine Resourch Institution (CRI) beberapa bulan lalu, Radio SKP FM bisa terkoneksi internet. Keberadaan internet ini agar nantinya bisa dimanfaatkan untuk sharing informasi antar komunitas yang ada di seluruh Indonesia melalui situs http://suarakomunitas.combine.or.id. Koneksi internet yang ada di Radio SKP FM ternyata sangat membantu komunitas. Sementara ini hanya 1 unit komputer yang terhubung internet menggunakan modem eksternal dan itu saja masih jadi satu dengan komputer untuk siaran, tetapi antusiasme dari masyarakat terutama para pelajar sangat tinggi. Jadi ketika komputer di gunakan untuk internet terpaksa kegiatan siaran harus mengalah dulu. Rasanya memang tidak mungkin 1 unit komputer untuk beberapa aktifitas secara bersamaan. Paling tidak membutuhkan 1-2 unit lagi agar aktfitas yang menggunakan komputer bisa berjalan bersamaan. Menurut Amron, pengurus SKP FM mengungkapkan:“Dulu di studio memang ada 1 unit komputer lagi, akan tetapi berhubung pinjaman akhirnya di kembalikan kepada pemiliknya”. Tuturnya.


Selama ini untuk membayar tagihan internet per bulan kru Radio biasanya patungan, tapi setelah 1 bulan berjalan akhirnya kru radio punya inisitaif untuk mensosialisasikan keberadaan internet kepada masyarakat. Disamping agar masyarakat dapat menikmati akses internet yang murah tapi juga ada pemasukan untuk Radio.


Hanya dengan Rp.2000/jam masyarakat sudah bisa mengakses informasi-informasi yang diperlukan. Menurut Yuli salah seorang pelajar yang duduk di bangku kelas 3 di sebuah SMK swasta mengatakan : “Dengan adanya internet di SKP FM sangat membantu saya mencari bahan-bahan untuk tugas sekolah, disamping lebih dekat dari rumah juga sangat murah di bandingkan dengan di warnet”. Ungkapnya.


“Yang mau menggunakan tinggal datang saja ke studio, dijamin murah dan aksesnya lumayan cepat”. Tambah antok, salah satu pengurus Radio SKP FM di kesempatan yang lain.


Jadi semakin banyak yang menggunakan semakin ringan pula beban tagihan yang ditanggung tiap bulannya dan juga akan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan dengan cepat dan murah.

(rfq-skpfm)

02 Januari 2009

Anak IQ Tinggi Belum Tentu Sukses Bermasyarakat

Anak IQ tinggi belum tentu sukses bekerja atau bermasarakat, karena potensi manusia beragam dalam berbagai bidang dan intelegensia


Pernyataan ini disampaikan Guru Besar Pasca Sarjana UI dan UNJ, Prof Dr Conny R. Semiawan, dalam pidato ilmiah pada acara wisuda sarjana S-1 Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) IEC 2008 di Panti Prajurit, Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (3/12).


"Taraf intelegensia anak terbentuk dalam berbagai kondisi sosial, ekonomi, budaya serta alam biologis yang berbeda dan harus dipenui kebutuhannya agar pembinaan yang tejadi sesuai taraf perkembangannya, " kata Conny dalam pidato berjudul "Mengembangkan Potensi diri : Menemukan Genius Dalam Diri Anak" yang dibacakan putrinya Kutilang Semiawan.

Meski demikian, kata Conny, sifat dan pembawaan anak menyerap emosi dan seluruh citra kemanusiaan dari diri orang tuanya, terutama dari ibunya.


"Martabat manusia menuntut kemerdekaan dan kesamaan, dua ciri yang terkait satu dengan lainnya dan bermuara pada suasana demokratis di rumah dan di masyarakat pada umumnya," katanya.

Di hadapan 175 wisudawan yang mengikuti acara itu, ia menjelaskan bahwa pendidikan yang bermula dari rumah merupakan pengertian tentang arti tujuan hidup serta penemuan suatu cara hidup yang benar dan secara asasi sama bagi seluruh umat manusia, terutama bagi masyarakat Indonesia yang menghadapi era reformasi.

"Temuan cara hidup ini terkait dengan mendidik yang mengacu pada peluang untuk menemukan potensi kreatifnya," tutur Kutiliang, sarjana psikologi yang menyebutkan ibundanya sedang sakit sehingga ia mewakilinya.


Sebelumnya, Pembantu Ketua (Puket) I, J.S. Marsudi, M.Hum mewakili Ketua STIBA-IEC Prof. Dr. Asim Gunarwan mengatakan, sejak perguruan tinggi yang berakreditasi B itu berdiri pada 2001, belum ada lulusannya yang tidak bekerja, malah banyak yang mampu menciptakan lapangan kerja.

"Salah satu persaratan saringan kesarjanaan mereka, selain setelah menempuh jumlah kredit yang sudah ditetapkan, harus membuat tugas akhir berupa karya tulis dalam bahasa Inggris dan mempresentasikannya di depan dewan penguji," kata Marsudi. [ant/www.hidayatullah.com]

20 Desember 2008

Melatih Otak Dengan Beberapa Kali "Klik" Internet

”Peneliti menemukan aktivitas mental yang menantang membantu fungsi otakdalam memanfaatkan internet. Tentu saja bukan situs-situs porno”

Para peneliti di University of California Los Angeles, mempelajari orang-orang yang melakukan pencarian situs sembari aktivitas otak mereka direkam dengan alat scan, magnetic resonance imaging (MRI).

Apa yang kami lihat adalah mereka yang melakukan kegiatan berinternet menggunakan lebih banyak otak mereka selama pencarian," Dr. Gary Small, seorang dokter ahli usia lanjut (geriatri) UCLA, menjelaskan dalam suatu wawancara telepon.
"Hal ini menunjukkan bahwa hanya dengan melakukan pencarian di internet dapat melatih otak—yang mungkin dapat menjaga agar otak kita tetap aktif dan sehat," lanjut Small, yang risetnya diterbitkan di American Journal of Geriatric Psychiatry.
Banyak penelitian telah menemukan bahwa aktivitas mental yang menantang seperti bermain puzzle dapat membantu menjaga fungsi otak, namun hanya sedikit yang melihat peranan yang mungkin dimainkan oleh internet.

"Ini adalah kali pertama seseorang mendapatkan simulasi untuk melakukan tugas pencarian di internet sambil men-scan otak mereka," kata Small.
Timnya mempelajari 24 sukarelawan normal berusia antara 55 sampai 76 tahun. Setengah dari mereka berpengalaman melakukan pencarian web di internet dan setengah lainnya tidak memiliki pengalaman web apapun. Jika tidak, dalam satu kelompok berisi sukarelawan dengan usia, jenis kelamin, dan pendidikan yang serupa.
Kedua kelompok diminta untuk melakukan pencarian di internet dan tugas membaca buku ketika aktivitas otak mereka mereka dimonitor.

"Kami menemukan bahwa de-ngan tugas membaca buku, visual cortex—bagian dari otak yang mengendalikan fungsi baca dan berbahasa—menjadi aktif," jelas Small.
"Dalam melakukan tugas pencarian di internet, ada aktivitas yang jauh lebih besar, namun hanya di dalam kelompok yang telah mengenal internet."
Dia mengatakan aktivitas tersebut terlihat pada mereka yang telah terbiasa menggunakan internet dapat melibatkan otak ke tingkat aktivitas yang lebih mendalam .
"Ada sesuatu dengan pencarian di internet di mana kita dapat mengukurnya pada tingkat yang kita anggap menantang," lanjut Small.

Aktivitas yang menjaga otak agar tetap terlibat dapat memelihara kesehatan otak dan kemampuan berpikir.Small menduga melakukan kegiatan pencarian di internet mungkin salah satu dari aktivitas tersebut.
"Hal itu menunjukkan pada kita bahwa kita mungkin dapat mengajarkan trik internet baru bagi mereka yang berusia lanjut," tutupnya. [era/reuters/www.hidayatullah.com]